Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 1 of 4 "At The Table"
Tentang Seri Pengajaran
Di sepanjang Alkitab, Allah membentuk umat-Nya di sekeliling meja. Dari Taman Eden ke Perjamuan Kawin Anak Domba, meja menjadi gambaran tentang relasi, pemuridan, rekonsiliasi, keramahtamahan, dan perjanjian. Keluarga yang kuat bukan hanya dibangun oleh komunikasi atau teknik parenting yang tepat. Keluarga dibangun ketika kita berkumpul di meja yang tepat, tempat Allah menjadi Tuan Rumah, Firman-Nya membentuk setiap percakapan, kasih karunia-Nya memulihkan hubungan, dan Kerajaan-Nya dinantikan.
Baca Kejadian 3:1–7 TB
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: ”Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Konteks Singkat
Sebelum masuk ke Kejadian 3, Tuhan sudah lebih dahulu membangun kehidupan manusia di dalam relasi dengan-Nya. Dalam Kejadian 2:15–17, Tuhan memberikan tempat, kebebasan, dan segala yang mereka perlukan. Tuhan juga memberikan arahan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Namun di Kejadian 3, muncul suara lain. Ular mulai mempertanyakan apa yang Tuhan katakan. Percakapan itu kemudian perlahan memengaruhi cara perempuan itu melihat apa yang Tuhan berikan, sampai akhirnya ia mengambil keputusan yang berbeda dari arahan Tuhan. Menariknya, kejatuhan manusia dimulai bukan dari sebuah tindakan besar, tetapi dari sebuah suara yang mulai didengarkan dan dipercaya.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Saat membaca percakapan ular dan perempuan itu, apa yang Saudara perhatikan dari cara ular mulai memengaruhi percakapan tersebut?
- Apa yang Saudara lihat berubah dalam cara perempuan itu melihat atau merespons buah itu dari awal sampai akhirnya ia memakannya?
- Dari keseluruhan cerita ini, bagian atau momen mana yang paling menarik perhatian Saudara? Mengapa?
I — Interpretation (Apa arti dan maknanya?)
- Dari apa yang Tuhan katakan sebelumnya dan apa yang terjadi dalam percakapan ini, seperti apa Tuhan yang Saudara lihat?
- Dari perubahan cara perempuan itu melihat dan akhirnya mengambil keputusan, apa yang Saudara lihat tentang hati manusia?
A — Application (Bagaimana menerapkannya?)
- Suara apa yang akhir-akhir ini paling banyak mempengaruhi Saudara, dan apa satu langkah sederhana untuk kembali mendengarkan suara Tuhan minggu ini?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?