Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 3 of 5 "Resilience In Crisis"
Baca 1 Raja-raja 19:1-18 TB
1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: ”Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”
3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: ”Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”
5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: ”Bangunlah, makanlah!”
6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
7 Tetapi malaikat Tuhan datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: ”Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”
8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman Tuhan datang kepadanya, demikian: ”Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
10 Jawabnya: ”Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
11 Lalu firman-Nya: ”Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan Tuhan!”
Maka Tuhan lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului Tuhan. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu.
12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada Tuhan dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: ”Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
14 Jawabnya: ”Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
15 Firman Tuhan kepadanya: ”Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.
18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”
Konteks Singkat
Sebelum bagian ini, Elia baru saja mengalami kemenangan besar di Gunung Karmel. Ia melihat Tuhan menyatakan kuasa-Nya dan bangsa Israel kembali mengakui bahwa Tuhan adalah Allah. Namun setelah itu, Izebel mengancam akan membunuh Elia. Menariknya, setelah pengalaman rohani yang begitu besar, Elia justru mengalami ketakutan, kelelahan, dan keputusasaan. Ia pergi ke padang gurun, duduk di bawah pohon arar dan bahkan meminta supaya ia mati. Di tengah kondisi tersebut, Tuhan tidak langsung menegur atau menuntut Elia untuk kembali melakukan sesuatu. Tuhan terlebih dahulu memperhatikan kondisinya, menyediakan makanan, memberi kesempatan untuk beristirahat, lalu menjumpai dan berbicara kepadanya.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Kalau melihat cerita Elia dari awal sampai akhir, apa yang Saudara perhatikan tentang kondisi dan respons Elia? (Perhatikan apa yang ia lakukan, katakan, dan rasakan sepanjang cerita).
- Ketika Elia sedang takut dan lelah, apa yang Tuhan lakukan terhadap Elia? (Perhatikan urutan tindakan Tuhan dari awal sampai akhir)
- Saat Tuhan menjumpai Elia di Gunung Horeb, apa yang menarik perhatian Saudara dari cara Tuhan menyatakan diri-Nya dan berbicara kepada Elia?
I — Interpretation (Apa arti dan maknanya?)
- Dari cara Tuhan memperlakukan Elia, apa yang Saudara pelajari tentang karakter Tuhan ketika kita sedang dalam kondisi lemah atau tidak baik-baik saja?
- Dari pengalaman Elia, apa yang Saudara pelajari tentang respons manusia ketika sedang menghadapi tekanan atau krisis?
A — Application (Bagaimana menerapkannya?)
- Dari cerita Elia, apa yang Tuhan sedang ingatkan kepada Saudara tentang kondisi Saudara saat ini, dan apa satu langkah sederhana yang ingin Saudara lakukan minggu ini?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?