Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 4 of 4 "Life That Overflows"
Baca 2 Korintus 9:6-12 (BIMK)
6. Ingatlah! Orang yang menabur benih sedikit-sedikit akan memungut hasil yang sedikit juga. Tetapi orang yang menabur benih banyak-banyak akan memungut hasil yang banyak juga.
7. Setiap orang harus memberi menurut kerelaan hatinya. Janganlah ia memberi dengan segan-segan atau karena terpaksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati.
8. Allah berkuasa memberi kepada kalian berkat yang melimpah ruah, supaya kalian selalu mempunyai apa yang kalian butuhkan; bahkan kalian akan berkelebihan untuk berbuat baik dan beramal.
9. Dalam Alkitab tertulis begini tentang Allah, “Ia menghambur-hamburkan kepada orang miskin; kebaikan hati-Nya kekal selama-lamanya.”
10. Allah yang menyediakan benih untuk si penabur dan makanan untuk kita. Ia juga akan menyediakan dan memperbanyak apa yang kalian tabur, supaya hasil kemurahan hatimu bertambah pula.
11. Dengan demikian kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati. Dan pemberian-pemberianmu yang kami bagi-bagikan, menyebabkan banyak orang mengucap terima kasih kepada Allah.
12. Sebab perbuatan baik yang kalian lakukan ini bukan hanya akan mencukupi kekurangan umat Allah saja, tetapi juga akan menyebabkan banyak orang berterima kasih kepada Allah.
“WHAT DOES THE WORD SAY?” (OBSERVATION)
Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
- Dalam ayat 6, Paulus memakai gambaran “menabur dan menuai.” Kalau kamu bayangkan proses itu, apa yang gambaran ini ungkapkan tentang cara memberi menurut teks ini?
- Saat membaca ayat 7, bagian mana yang paling “menonjol” atau terasa kuat buat kamu tentang sikap hati dalam memberi? Kenapa bagian itu menarik perhatianmu?
- Di ayat 8–9, bagaimana cara Paulus menggambarkan karakter Tuhan dalam memenuhi kebutuhan kita? Kesan apa yang kamu tangkap tentang siapa Tuhan dari ayat ini?
- Perhatikan alur dari ayat 10–11. Bagaimana urutan yang terjadi dari Tuhan memberi → kita memberi → hasil yang muncul? Apa yang kamu lihat dari pola ini?
- Di ayat 12, ada pergeseran dari “memberi secara praktis” ke sesuatu yang lebih rohani. Apa perubahan fokus yang kamu perhatikan di ayat ini?
“WHAT DOES IT MEAN?” (INTERPRETATION)
Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
- Dari gambaran “menabur-menuai,” sikap hati dalam memberi, dan cara Tuhan mencukupi (ayat 6–9), menurut kamu apa prinsip utama yang Paulus ingin tanamkan tentang memberi dalam hidup orang percaya?
- Melihat pola di ayat 10–12 (Tuhan memberi → kita memberi → muncul ucapan syukur kepada Allah), menurut kamu apa tujuan sebenarnya Tuhan memberkati kita?
“WHAT WILL YOU DO?” (APPLICATION)
Menerapkan prinsip dari teks yang dipelajari.
- Kalau prinsip memberi di bagian ini benar, apa yang perlu berubah dalam cara kamu melihat dan mempraktikkan memberi saat ini?
- Secara konkret minggu ini, langkah sederhana apa yang bisa kamu ambil untuk mulai hidup sebagai “penabur” yang bukan hanya memberi, tapi juga membawa dampak rohani bagi orang lain?
“THE WHAT AND THE WHY OF THIS PASSAGE” (CONTEXT)
Memahami konteks dan latar belakang dari teks bacaan.
Dalam 2 Korintus 9:6–12, Rasul Paulus sedang mendorong jemaat di Korintus untuk mengambil bagian dalam pemberian bagi orang-orang percaya yang membutuhkan. Ia tidak hanya berbicara soal tindakan memberi, tetapi menekankan prinsip rohani di baliknya, yaitu tentang hati, kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber, dan dampak pemberian yang melampaui kebutuhan praktis sampai kepada kemuliaan Tuhan.
“WHY DOES IT MATTER?”(RELEVANCE)
Bagaimana hubungan antara teks Firman Tuhan dengan kehidupan kita di masa kini? Alkitab tidak ditulis secara langsung kepada kita, tetapi prinsipnya berlaku bagi kita.
Di tengah budaya yang sering mendorong kita untuk menahan, menghitung, dan berfokus pada kekurangan, firman Tuhan ini mengundang kita untuk hidup dengan perspektif yang berbeda, yaitu percaya bahwa Tuhan adalah sumber yang mencukupi, dan bahwa hidup kita dipanggil bukan hanya untuk menerima, tetapi untuk menjadi saluran berkat. Memberi bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan respons iman yang menghasilkan sukacita, mencukupi kebutuhan orang lain, dan pada akhirnya memuliakan Tuhan.
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?