Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 2 of 4 "The Flourishing Relationships"
Baca Yehezkiel 47:1-12 TB
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
6 Lalu ia berkata kepadaku: ”Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
8 Ia berkata kepadaku: ”Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.
11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.
12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
Observasi:
- Waktu membaca ayat ini, bagian mana yang paling menarik perhatian Saudara? (air, ukuran, pohon, atau sesuatu yang lain?)
- Apa yang Saudara perhatikan tentang perjalanan airnya dari ayat 1 sampai 5? (dari mana asalnya, ke mana arahnya, dan apa yang terjadi sepanjang perjalanan)
- Menurut Saudara, apa yang berubah ketika air itu makin dalam?
- Di ayat 9–12, dampak apa saja yang dihasilkan oleh aliran air itu?
Interpretasi:
- Menurut Saudara, apa pesan utama Tuhan lewat gambaran air yang mengalir dan semakin dalam dalam Yehezkiel 47:1–12?
- Mengapa menurut Saudara Tuhan memilih proses bertahap (mata kaki–lutut–pinggang–tenggelam), bukan langsung air yang dalam?
Aplikasi:
- Saat ini, di bagian mana Saudara merasa berada dalam perjalanan bersama firman Tuhan dan kenapa?
- Satu langkah sederhana apa yang bisa Saudara lakukan minggu ini supaya lebih membuka hidup pada firman Tuhan, bukan hanya membacanya sekilas?
Konteks:
Yehezkiel 47:1–12 adalah bagian dari penglihatan Yehezkiel tentang Bait Allah yang dipulihkan setelah masa kehancuran dan pembuangan. Dalam kondisi bangsa yang kehilangan harapan, Tuhan menunjukkan bahwa dari hadirat-Nya sendiri mengalir air kehidupan yang semakin dalam dan membawa pemulihan ke mana pun air itu mengalir. Pesannya jelas: pemulihan sejati tidak dimulai dari usaha manusia, tetapi dari Allah yang hadir di tengah umat-Nya dan mengalirkan hidup-Nya secara nyata.
Relevansi:
Firman dan hadirat Tuhan bekerja secara progresif dalam hidup orang percaya, mengajak kita bukan hanya berhenti di tahap “aman dan dangkal,” tetapi berani melangkah lebih dalam. Di tengah kehidupan yang kering, sibuk, dan sering terasa stagnan secara rohani, Tuhan tetap mengundang kita untuk membuka diri pada aliran-Nya, sehingga hidup kita tidak hanya dipulihkan, tetapi juga menjadi saluran kehidupan bagi orang lain. Bagaimana ayat ini relevan ke dalam hidup Saudara?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?