Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 4 of 4 "The Flourishing Relationships"
Baca Yohanes 15:1-5
1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Observasi:
- Yesus berkata bahawa “Akulah pokok anggur yang benar,” menurut Saudara, kenapa Tuhan memakai gambaran tanaman?
- Apa yang terjadi dengan ranting yang menempel vs. yang tidak menempel pada pokok anggur? Bagaimana ranting-ranting itu diperlakukan?
- Kata “tinggal di dalam Aku” muncul berkali-kali pada ayat ini. Apa kesan Saudara dari pengulangan itu?
Interpretasi:
- Yesus berkata bahwa “tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa,” apa maksudnya dalam kehidupan kita sekarang?
- Menurut Saudara, apa arti “tinggal di dalam Kristus”? Apakah itu hanya sekadar doa, atau lebih dari itu?
Aplikasi:
Dalam hubungan sehari-hari (keluarga, teman, pelayanan), bagaimana Saudara bisa memastikan tetap “menempel” pada Kristus sehingga terus menghasilkan buah?
Konteks:
Yohanes 15:1–5 muncul dalam rangkaian pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya menjelang penyaliban. Bagian ini adalah bagian dari “Amanat Perpisahan” (Yohanes 13-17), di mana Yesus menekankan pentingnya hubungan yang erat antara Dia dan para pengikut-Nya. Dengan menggunakan gambaran pokok anggur dan ranting, Yesus menegaskan bahwa kehidupan rohani hanya bisa bertumbuh dan berbuah jika tetap bersatu dengan Dia. Gambaran ini sangat relevan bagi murid-murid yang akan segera menghadapi masa sulit, karena mereka diingatkan bahwa kekuatan dan keberhasilan pelayanan tidak berasal dari diri sendiri, melainkan dari keterhubungan dengan Kristus.
Relevansi:
Yohanes 15:1–5 mengingatkan bahwa hanya dengan melekat pada Kristus, kita bisa menghasilkan buah yang nyata: kasih, kesabaran, pengampunan, dan pengharapan. Relevansinya sangat kuat untuk kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan yang sehat dengan sesama, karena buah yang kita hasilkan adalah cerminan dari kedekatan kita dengan Tuhan.
Observasi:
- Kata-kata apa yang menonjol dalam teks ini?
- Bagaimana Israel digambarkan sebelum dan sesudah kembali kepada Tuhan?
- Apa janji Tuhan yang jelas diberikan bagi mereka yang bertobat?
Interpretasi:
- Apa yang ayat-ayat ini tunjukkan tentang hati Allah terhadap umat-Nya yang berdosa?
- Mengapa Hosea menekankan bahwa pemulihan dimulai dari “kembali kepada Tuhan” dan bukan dari usaha mencari solusi lain?
Aplikasi:
- Dalam hubungan kita dengan Tuhan, bagian mana dari hidup kita yang perlu “disembuhkan” agar bisa bertumbuh?
- Langkah praktis apa yang bisa kita ambil minggu ini untuk membuka diri pada pemulihan Tuhan, sehingga hubungan kita bisa benar-benar “flourishing”?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?