JPCC logo

Loving The Word: OIA

Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!

Week 1 of 4 "Life That Overflows"

Baca 1 Korintus 15:21-26 TB
(21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
(22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian juga semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
(23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
(24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
(25) Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
(26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

“WHAT DOES THE WORD SAY?” (OBSERVATION)

Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.

  • Dalam ayat 21-22, Paulus menarik garis sejajar antara Adam dan Kristus. Jika Saudara membayangkan sebuah timbangan besar, hal-hal apa saja yang diletakkan Paulus di sisi "Adam" dan apa yang diletakkan di sisi "Kristus"? Bagaimana kedua sisi ini mempengaruhi seluruh umat manusia menurut teks tersebut?

“WHAT DOES IT MEAN?” (INTERPRETATION)

Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.

  • Ayat 23-24 berbicara tentang urutan kebangkitan dan "kesudahan." Mengapa menurut Saudara Paulus perlu menekankan bahwa ada urutan waktu tertentu (Kristus sebagai buah sulung, barulah kemudian mereka yang menjadi milik-Nya)? Apa yang ingin ditekankan Paulus mengenai kedaulatan Tuhan di tengah proses tersebut?
  • Paulus menyebutkan bahwa "Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut" (ayat 26). Mengapa maut dikategorikan sebagai "musuh" dan bukan sekadar proses alami? Bagaimana pemahaman ini mengubah cara kita memandang penderitaan atau kehilangan di dunia saat ini?

“WHAT WILL YOU DO?” (APPLICATION)

Menerapkan prinsip dari teks yang dipelajari.

  • Kristus dibangkitkan sebagai "buah sulung," yang menjadi jaminan bagi panen-panen berikutnya. Jika kebangkitan Kristus adalah kepastian masa depan Saudara, bagaimana seharusnya kepastian itu mengubah prioritas atau "ketakutan" spesifik yang sedang Saudara hadapi di minggu ini?
  • Dikatakan bahwa Kristus akan membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan, dan kekuatan untuk menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa (ayat 24). Dalam kehidupan praktis Saudara saat ini, "kekuasaan" atau "berhala" apa yang paling sulit untuk ditundukkan di bawah kaki Kristus agar Ia benar-benar memerintah sepenuhnya dalam hati Saudara?

“THE WHAT AND THE WHY OF THIS PASSAGE” (CONTEXT)
Memahami konteks dan latar belakang dari teks bacaan.

Jemaat di Korintus sedang mengalami krisis identitas akibat pengaruh filsafat dualisme Yunani yang memisahkan roh dan tubuh. Mereka menganggap tubuh jasmani tidak berarti, sehingga kebangkitan fisik dianggap mustahil. Paulus meluruskan penyesatan ini dengan menegaskan "Hukum Perwakilan": kegagalan Adam adalah kegagalan kita, namun kemenangan fisik Kristus atas maut adalah jaminan kemenangan kita juga. Paulus ingin jemaat sadar bahwa sejarah tidak bergerak acak menuju kehancuran, melainkan sedang bergerak di bawah kendali Kristus menuju penundukan total segala kuasa jahat, sebuah proses yang dimulai dari kebangkitan-Nya dan akan memuncak pada pemulihan alam semesta.

“WHY DOES IT MATTER?”(RELEVANCE)
Bagaimana hubungan antara teks Firman Tuhan dengan kehidupan kita di masa kini? Alkitab tidak ditulis secara langsung kepada kita, tetapi prinsipnya berlaku bagi kita.

Mari kita sejenak merenungkan ini. Kemenangan Kristus atas maut bukan sekadar teori kuno, melainkan jangkar bagi kita yang sering merasa 'kalah' oleh keadaan. Jika maut yang adalah musuh terbesar manusia saja sudah memiliki tanggal kedaluwarsa, maka tidak ada beban atau kegagalan kita yang bersifat permanen. Ketakutan kita hari ini sebenarnya sedang berhadapan dengan Kristus yang secara perlahan namun pasti sedang menundukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya. Sekarang, pertanyaannya bukan lagi tentang apakah Tuhan menang, tetapi apakah kita sudah membiarkan kemenangan itu memerintah dalam hidup kita sehari-hari?


Apa itu OIA?

OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.

Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?



Materi Lainnya/Pendukung Dalam Membaca Alkitab

How can we help you?

Hubungi kami lebih lanjut! Dengan senang hati, kami akan membantu Anda semakin mengenal JPCC dan mendukung perjalanan iman Anda.

JPCC OFFICE

DOWNLOAD MYJPCC APP

Google PlayApp Store