JPCC logo

Loving The Word: OIA

Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!

Week 3 of 4 "At The Table"

Tentang Seri Pengajaran
Di sepanjang Alkitab, Allah membentuk umat-Nya di sekeliling meja. Dari Taman Eden ke Perjamuan Kawin Anak Domba, meja menjadi gambaran tentang relasi, pemuridan, rekonsiliasi, keramahtamahan, dan perjanjian. Keluarga yang kuat bukan hanya dibangun oleh komunikasi atau teknik parenting yang tepat. Keluarga dibangun ketika kita berkumpul di meja yang tepat, tempat Allah menjadi Tuan Rumah, Firman-Nya membentuk setiap percakapan, kasih karunia-Nya memulihkan hubungan, dan Kerajaan-Nya dinantikan.

Baca Lukas 15:25-32 TB
(25) Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
(26) Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
(27) Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
(28) Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
(29) Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
(30) Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
(31) Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
(32) Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

Konteks Singkat
Lukas 15 dimulai ketika banyak pemungut cukai dan orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Hal ini membuat orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut karena Yesus menerima mereka dan makan bersama mereka. Yesus kemudian menceritakan tiga cerita tentang sesuatu yang hilang dan ditemukan kembali. Cerita terakhir adalah tentang seorang ayah dan kedua anaknya. Anak yang lebih muda pergi meninggalkan rumah, kemudian kembali. Di bagian yang kita baca, perhatian cerita beralih kepada apa yang terjadi di rumah setelah ia kembali.



O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)

  • Kalau Saudara membayangkan ada di rumah itu saat kejadian ini berlangsung, apa yang paling Saudara perhatikan dari suasananya? Lihat kembali ayat 25–30. Apa yang Saudara lihat dari respons anak sulung?
  • Perhatikan ayat 28–31. Ketika anak sulung merespons seperti itu, apa yang dilakukan Bapa?
  • Coba perhatikan perkataan anak sulung dan perkataan Bapa. Apa yang Saudara perhatikan dari percakapan mereka?

I — Interpretation (Apa arti dan maknanya?)

  • Dari cara Bapa merespons kedua anaknya, apa yang Saudara belajar tentang hati Tuhan?
  • Dari respons anak sulung, apa yang cerita ini menunjukkan tentang hati kita ketika sedang terluka atau kecewa?

A — Application (Bagaimana menerapkannya?)

  • Dari hubungan yang sedang terlintas di pikiran Saudara, apa satu langkah kecil yang bisa Saudara lakukan minggu ini untuk mulai mendekat kembali?


Apa itu OIA?

OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.

Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?



Materi Lainnya/Pendukung Dalam Membaca Alkitab

How can we help you?

Hubungi kami lebih lanjut! Dengan senang hati, kami akan membantu Anda semakin mengenal JPCC dan mendukung perjalanan iman Anda.

JPCC OFFICE

DOWNLOAD MYJPCC APP

Google PlayApp Store