Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 1 of 5 "One Generation to Another"
Tentang Seri Pengajaran
Setiap generasi mewariskan suatu kisah. Bagaimana dengan kita—apa yang kita wariskan kepada generasi penerus? Sebab, mereka bisa mewarisi gereja tanpa sungguh-sungguh mengenal Allah. Oleh karena itu, iman yang kita terima bukan hanya untuk kita pelihara, tetapi juga untuk kita hidupi dengan setia, bagikan, dan teruskan. Dengan demikian, generasi selanjutnya dapat mengenal Allah dan kesetiaan-Nya, bukan hanya melalui apa yang kita ceritakan, tetapi juga melalui kehidupan yang kita jalani.
Baca Mazmur 78:1-8 TSI
1 Hai jemaat sekalian, dengarkanlah pengajaranku. Perhatikanlah baik-baik perkataanku.
2 Aku akan menyampaikan pepatah dan menyingkapkan pengetahuan yang dirahasiakan sejak awal zaman.
3 Pengajaran ini sudah kita dengar dan ketahui dari orang tua dan kakek nenek kita,
4 dan kita pun meneruskannya kepada anak cucu kita. Akan kita ceritakan dari generasi ke generasi bahwa TUHAN sangat terpuji karena kuasa-Nya dahsyat dan perbuatan-perbuatan-Nya ajaib!
5 TUHAN telah menetapkan hukum Taurat bagi Israel, bangsa keturunan Yakub. Di dalamnya, TUHAN menugaskan setiap orang tua untuk mengajarkan hukum itu kepada anak mereka masing-masing
6 agar anak-anak itu kelak mengajarkannya lagi kepada generasi selanjutnya yang akan lahir. Begitulah seterusnya dari zaman ke zaman,
7 agar setiap generasi tidak melupakan segala perbuatan Allah, melainkan bergantung penuh kepada-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya.
8 Dengan begitu, mereka tidak akan seperti nenek moyang Israel yang keluar dari Mesir, yang hatinya tidak setia kepada Allah, dan terus memberontak kepada-Nya.
Konteks Singkat
Mazmur 78 adalah pengajaran dari Asaf bagi umat Israel. Ia mengajak mereka mengingat dan menceritakan karya serta kesetiaan Allah kepada generasi berikutnya. Tujuannya bukan hanya agar mereka mengetahui kisah masa lalu, tetapi agar mereka menaruh harapan kepada Allah, hidup menurut firman-Nya, dan tidak mengulangi ketidaksetiaan generasi sebelumnya.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Apa yang diminta Asaf untuk dilakukan umat dalam ayat 1–4? Kepada siapa mereka harus menyampaikan kisah itu?
- Hal-hal apa yang Allah perintahkan untuk diajarkan kepada generasi berikutnya, dan apa tujuan pengajaran itu menurut ayat 5–7?
- Bagaimana ayat 8 menggambarkan generasi sebelumnya?
I — Interpretation (Apa arti dan maknanya?)
- Mengapa menceritakan karya Allah kepada generasi berikutnya perlu disertai ajakan untuk berharap kepada-Nya dan hidup setia, bukan hanya menyampaikan pengetahuan tentang masa lalu?
A — Application (Bagaimana menerapkannya?)
- Siapa satu orang dari generasi berikutnya yang bisa kamu ajak berbicara tentang karya atau kesetiaan Allah dalam hidupmu? Kapan kamu akan melakukannya?
- Apa satu kebiasaan atau tindakan nyata yang dapat kamu hidupi minggu ini agar iman yang kamu ceritakan juga terlihat dalam hidupmu?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?