Loving The Word: OIA
Semakin kita membaca firman, semakin kita mengenal Tuhan. Mari pelajari ayat Alkitab ini dengan pertanyaan OIA!
Week 4 of 4 "Love Lives Here"
Tentang Seri Pengajaran
Bukan tentang prestasi, pencapaian, dan performa. Bukan juga tentang seberapa banyak kita tahu tentang Tuhan. Kata Yesus, “Kalau kalian saling mengasihi, semua orang akan tahu bahwa kalian adalah murid-murid-Ku” (Yoh. 13:35). Kita yang telah menerima kasih Kristus, dipanggil untuk membawa kasih itu ke dalam rumah, komunitas, dan lingkungan kita, sehingga orang dapat melihat cuplikan Kerajaan Allah—komunitas yang aman, tempat di mana orang diterima, dipulihkan, dan mengenal Tuhan.
Baca Yohanes 4:3-26 TSI
3 Jadi Dia bersama kami meninggalkan provinsi Yudea dan kembali ke provinsi Galilea.
4 Dalam perjalanan ke sana Dia harus melewati daerah Samaria.
5 Sewaktu di Samaria, Yesus dan kami sampai di sebuah kampung bernama Sikar, dekat dengan tanah yang dulu diberikan Yakub kepada Yusuf, anaknya.
6 Di tanah itulah terletak sumur Yakub. Karena perjalanan jauh, Yesus merasa sangat lelah lalu duduk di pinggir sumur itu. Saat itu kira-kira tengah hari.
7 Kemudian datanglah seorang perempuan Samaria ke sumur itu untuk menimba air. Yesus berkata kepadanya, “Tolong beri saya air untuk diminum.”
8 Waktu hal itu terjadi, kami sudah pergi ke kampung Sikar untuk membeli makanan.
9 Lalu perempuan itu berkata kepada-Nya, “Saya heran! Bagaimana mungkin Bapak, seorang Yahudi, minta air minum kepada saya, seorang Samaria!” Dia berkata begitu karena orang Yahudi menganggap orang Samaria najis.
10 Lalu Yesus menjawab, “Seandainya Ibu tahu hadiah apa yang hendak Allah berikan kepada Ibu, dan seandainya Ibu tahu siapa saya ini yang sedang meminta minum dari Ibu, pastilah Ibu yang akan lebih dulu minta air hidup dari saya. Dan saya bersedia memberikannya kepada Ibu.”
11 Kata perempuan itu, “Bapak tidak punya timba dan sumur ini sangat dalam. Bagaimana mungkin Bapak bisa memberikan air hidup itu kepada saya?
12 Yakub, nenek moyang kita yang memberikan sumur ini kepada kami. Dulu dia dan anak-anaknya serta semua ternaknya minum dari air sumur ini. Apakah Bapak lebih besar daripada Yakub, sehingga merasa bisa memberikan air yang lebih baik?”
13 Lalu Yesus menjawab, “Setiap orang yang minum air dari sumur ini akan haus lagi.
14 Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Aku berikan, dia tidak akan haus lagi untuk selama-lamanya. Karena air itu akan menjadi seperti mata air di dalam dirinya, yang akan terus mengalir dan memberinya hidup yang kekal.”
15 Kata perempuan itu, “Bapak, berikanlah air itu untuk saya, supaya saya tidak haus lagi dan tidak usah kembali menimba air di sini!”
16 Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, panggillah suamimu dan kembalilah bersama dia ke sini.”
17 Jawab perempuan itu, “Tetapi saya tidak punya suami.”
Lalu Yesus berkata kepadanya, “Apa yang kamu katakan tepat sekali. Kamu tidak mempunyai suami,
18 karena kamu sudah lima kali kawin cerai dengan laki-laki yang berbeda. Dan laki-laki yang hidup bersamamu sekarang bukanlah suamimu. Ya, perkataanmu itu memang benar.”
19 Kata perempuan itu kepada Yesus, “Sekarang saya sadar bahwa Bapak seorang nabi.
20 Nenek moyang kami selalu menyembah Allah di atas gunung yang di sana itu, tetapi kalian orang Yahudi mengatakan bahwa satu-satunya tempat yang benar untuk menyembah adalah Yerusalem. Manakah yang benar?”
21 Yesus menjawabnya, “Ibu, percayalah pada perkataan-Ku ini: Di kemudian hari kalian boleh menyembah Allah Bapa di mana saja dan tidak usah lagi naik ke gunung itu atau pergi ke Yerusalem.
22 Kalian orang Samaria memang menyembah Allah, tetapi tidak mengenal Dia. Sedangkan kami orang Yahudi menyembah Allah yang sudah kami kenal. Karena Allah sudah berjanji bahwa keselamatan akan diberikan kepada manusia melalui orang Yahudi.
23 Tetapi waktunya akan datang dan sebenarnya sudah tiba sekarang, yakni waktu di mana setiap orang yang benar-benar mau menyembah Allah akan menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar dari Allah. Karena Allah menginginkan orang-orang yang seperti itu untuk menyembah Dia.
24 Allah adalah Roh. Oleh sebab itu setiap orang yang mau menyembah Dia harus menyembah-Nya melalui persatuan dengan Roh Kudus dan sesuai dengan ajaran benar dari Allah.”
25 Lalu perempuan itu berkata kepada Yesus, “Saya tahu bahwa Mesias akan datang nanti. Waktu dia datang, dia akan memberitahukan semua kehendak Allah kepada kami.” (‘Mesias’ dalam bahasa Ibrani artinya ‘Kristus.’)
26 Kata Yesus kepadanya, “Aku, yang sedang berbicara denganmu ini, adalah Mesias.”
Konteks Singkat
Pada zaman Yesus, orang Yahudi dan orang Samaria saling membenci, karena soal ras dan soal tempat ibadah. Orang Yahudi menganggap orang Samaria najis dan biasanya menjaga jarak. Dalam perjalanan dari Yudea ke Galilea, Yesus dan murid-murid-Nya sampai di Samaria.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Di ayat 16-19, Yesus menyinggung kehidupan pribadi perempuan itu. Bagaimana perempuan itu menjawab, dan apa yang berubah dari caranya menyebut Yesus?
- Bandingkan ayat 9 dengan ayat 25-26. Bagaimana pandangan perempuan itu tentang Yesus berubah, dan apa yang Yesus katakan di ujung percakapan?
- Lihat ayat 36, apa dampak perjumpaan Perempuan Samaria itu dengan Yesus?
I — Interpretation (Apa arti dan maknanya?)
- Yesus tahu seluruh kisah hidup perempuan ini, tetapi Dia tidak menjauh. Dari cara Yesus menanggapinya, apa yang kita pelajari tentang kasih yang sejati?
A — Application (Bagaimana menerapkannya?)
- Kalau Yesus melihat Saudara apa adanya, termasuk bagian hidup yang paling ingin Saudara sembunyikan, apa yang Saudara rasakan? Apa yang Tuhan tunjukkan lewat bagian ini?
- Siapa satu orang yang bisa kamu dekati minggu ini tanpa menghakimi? Apa langkah kecilnya?
Apa itu OIA?
OIA merupakan metode membaca Alkitab dengan langkah Observasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Observasi - Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.
Interpretasi - Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.
Aplikasi - Apa arti dan aplikasi dari teks ini bagi saya/kita?